Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Rabu, 22 Agustus 2018

Rangkaian acara pada hari Rabu, 22 Agustus 2018 belum dipublikasikan...

 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,1SR
20-Aug-18 17:51:04 WIB
Kedalaman 17 Km
14 Km Southwest Niasbarat-sumut
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Pariaman27 Februari 2018 - 06:40 WIB
Lapau pengawasan partisipatif tingkatkan pengawasan
Lapau pengawasan partisipatif  tingkatkan pengawasan

Reporter : Abdul/ Syaril • Editor : Administrator

A+AAA-
 

Dalam rangka meningkatkan pengawasan pemilu Panwaslu Kota Pariaman melaunching lapau pengawasan partisipasif dalam rangka pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Pariaman 2018. Keberadaan lapau pengawasan partisifatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengawasan partisipatif serta mampu mendorong masyarakat memiliki kesadaran dan mengaplikasikannya ikut dalam mengawasi pemilu. Lapau pengawasan partisipasif dalam rangka pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Pariaman 2018 dilahirkan oleh Panwaslu Kota Pariaman diresmikan Rabu siang.  Peresmian dilakukan langsung oleh koordinator Divisi Hukum Badan Pengawas Pemilu RI Fritz Edwar Siregar yang dipusatkan disalah satu LPP di Desa Kampung Apar Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman.

Peresmian lapau pengawasan partisipasif ditandai dengan pembukaan selubung papan dan pelepasan balon launching oleh Fritz Edwar Siregar didampingi jajaran Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dan Bawaslu Kabupaten dan Kota Se Provinsi Sumatera Barat serta Walikota Pariaman. Terobosan baru dengan menerapkan nilai kearifan lokal tersebut dipilih Panwaslu Kota Pariaman untuk melakukan pengembangan pengawasan partisipatif. Salah satu tempat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dipariaman adalah lapau sehingga lapau sangat tepat dalam mengembangkan pengawasan partisipatif. Ketua Bawaslu Kota Pariaman Elmahmudi dalam sambutannya mengatakan, lahirnya program lapau pengawasan partisipasif dilatarbelakangi perluasan tugas Bawaslu untuk mengembangkan pengawasan partisipatif. Dipilihnya lapau sebagai titik sentral pengawasan partisipatif dikarenakan tingginya interaksi aktivitas yang menyangkut segala aspek sosial masyarakat di Kota tersebut. Artinya aktivitas masyarakat sangat tinggi di lapau tidak hanya membahas Politik Pilkada bahkan rembug arah pembangunan kota ataupun Desa kadang berawal dari obrolan dilapau. Ia berharap,  LPP tidak hanya fokus mendorong munculnya pengawasan yang masif saja namun berkembang menjadikan lapau pengawasan partisipasif sebagai sekolah pendidikan politik non formal dan mendorong kematangan masyarakat dalam politik.

Lapau pengawasan partisipasif juga dapat dijadikan sebagai media pertemuan penyelenggara dengan masyarakat yang ingin melaporkan pelanggaran pemilu keberadaan lapau pengawasan partisipasif diharapkan dapat mencegah praktik politik uang politisasi sara dan kampanye hitam selama masa pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Pariaman. Sementara itu koordinator Divisi Hukum Badan Pengawas Pemilu Ri Fritz Edwar Siregar menyebutkan bahwa lapau pengawasan partisipatif ini merupakan pertama kali dilaunching di Kota Pariaman. Menurutnya pengawasan partisipatif itu penting untuk mendorong masyarakat memiliki kesadaran dan mengaplikasikannya dalam mengawasi pemilu. Keberadaan lapau pengawasan partisipatif yang juga membahas konten politik pilkada akan memecahkan dan menyelesaikan perbedaan pendapat dan pilihan politik. Dari indek kerawanan Pemilu digambarkan perbedaan tingkat kerawanannya dari sisi konsumsi masyarakat akan informasi kepemiluan. Fritz Edwar Siregar menambahkan LPP di Kota Pariaman akan menjadi Pilot PROJECT atau perbandingan bagi pengembangan pengawasan partisipatif bagi bawaslu lainnya di indonesia.

Dukungan keberadaan lapau pengawasan partisipatif sebagai upaya pengembangan pengawasan partisipatif juga disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, ia mengapresiasi Program LPP sebagai basis pengawasan partisipatif mengawasi Pilkada Kota Pariaman. Sehingga keberadaan lapau pengawasan partisipatif dapat mendorong partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Pariaman meningkat karena pada pemilihan sebelumnya pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat 2015 tingkat partisipasi pemilih tidak mencapai 70 persen  diharapkan pada pemilihan partisipasi dapat melebihi angka 75 persen. Usai melaunching, Fritz Edwar Siregar bersama rombongan langsung  mengunjungi salah satu lapau pengawasan partisipatif dari 71 lapau yang dipilih. Selajutnya rombongan melakukan makan bajamba yang disediahkan oleh masyarakat setempat.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat