LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Senin, 28 September 2020

08 : 05PAGI KITA
09 : 00ANAK INDONESIA
09 : 30SALINGKA TANI
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00CARITO LAPAU
12 : 00HIBURAN
12 : 30PESONA INDONESIA
13 : 00INSPIRASI INDONESIA
13 : 30KULINER
14 : 00CARITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
15 : 30HIBURAN
16 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00AYO HIDUP SEHAT
18 : 00NADA ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang29 September 2017 - 06:48 WIB
PT, KAI Akan Terus Proses Pengosongan Lahan
PT, KAI Akan Terus Proses Pengosongan Lahan

Reporter : Sherly/ Agusri • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Meski aktifitas sejumlah masyarakat di kawasan stasiun KAI Bukittinggi masih beraktifitas pasca dikeluarkannya SP tiga. PT. KAI DIVRE II Sumbar akan terus memproses pengosongan lahan tersebut. Program reaktivasi jalur Kereta Api Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh terus berlanjut meski ada protes dari masyarakat penyewa lahan PT. KAI.

Meski  surat peringatan  ke tiga telah dilayangkan PT. KAI untuk penyewa lahan di Stasiun Kereta Api Bukittinggi, sejumlah masyarakat dikawasan tersebut masih terus beraktivitas. Menanggapi hal ini Kepala Divisi Regional II PT. KAI Sumatera Barat menyatakan, tidak akan mengambil sikap karna pemutusan kontrak telah dilakukan, sehingga aktifitas dikawasan tersebut yang masih dilakukan oleh penyewa lahan sudah termasuk aktifitas ilegal atau tanpa izin.

Meski demikian PT. KAI masih memberikan toleransi, namun pada dasarnya masyarakat dikawasan tersebut sudah tidak memiliki kontrak lagi dengan PT. KAI. Divisi Regional II PT. KAI Sumatera Barat Shulton mengaku telah melakukan dialog dengan masyarakat penyewa lahan, namun masyarakat masih merasa belum ada dialog dengan PT. KAI.

Secara resmi terdapat 105 orang DIBTUR yang diketauhi PT. KAI, namun sesuai perkembangan masih saja ada ditemukan penyewa yang menyewakan lahan tersebut untuk orang lain. Usai pengosongan ini PT. KAI akan memagari lahan tersebut sehingga tidak ada lagi aktifitas yang menyalahi aturan yang terjadi di kawasan tersebut.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa