LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Senin, 28 September 2020

08 : 05PAGI KITA
09 : 00ANAK INDONESIA
09 : 30SALINGKA TANI
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00CARITO LAPAU
12 : 00HIBURAN
12 : 30PESONA INDONESIA
13 : 00INSPIRASI INDONESIA
13 : 30KULINER
14 : 00CARITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
15 : 30HIBURAN
16 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00AYO HIDUP SEHAT
18 : 00NADA ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kabupaten Padang Pariaman13 September 2017 - 06:08 WIB
Puluhan joki ikuti pacu kuda tradisional
Puluhan joki ikuti pacu kuda tradisional

Reporter : ABDUL, SYARIL • Editor : Administrator

A+AAA-
 

Puluhan joki utusan sejumlah kabupaten kota di Sumatera Barat, ambil bagian dalam iven tahunan pacu kuda dan open race tradisional, digelanggang pacuan kuda duku banyak, Nagari  Balah Aia, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Meski sempat diguyur hujan, iven tahunan tersebut tetap meriah dihadiri ribuan masyarakat. Puluhan joki, utusan sejumlah Kabupaten, Kota di  Sumatera Barat, antusias mengikuti iven tahunan pacu kuda dan open race tradisional, yang dihelat pemerintah setempat digelanggang pacuan kuda duku banyak, Nagari  Balah Aia, Kecamatan VII Koto.

Terlihat, para peserta dengan gagah dan hati-hati menunggangi kuda mereka, berpacu  untuk bisa sampai pada posisi utama. Tahun ini pacu kuda dan open race tradisional, diikuti 60 kuda yang tersebar di Kabupaten Kota di Sumbar. Sedangkan,  untuk kelompok pacuan atau race diikuti dua model yakni draf bogi tradisional dan  pacuan kuda lokal. Sedangkan kriteria penilaian untuk kategori klas draf bogie dinilai dari seni lari kuda, sementara pacuan kuda lokal dinilai dari kecepatannya.

Nasrun, salah seorang peserta mengaku sudah sering mengikuti iven pacuan kuda ini, bahkan tak jarang mendapatkan juara, selain merawat kuda dengan baik, Nasrun memiliki teknik jitu agar kudanya bisa menang, salah satunya ramuan tradisional yang diraciknya sendiri untuk dioleskan kekaki kuda. Namun pada iven pacuan kuda di Padang Pariaman ini, ia mengaku sedikit kecewa, karena kondisi gelanggang dipenuhi batu kerkil, sehingga berbahaya bagi kaki kuda. Namun ia berharap pemerintah serius mengelola gelanggang pacuan pada iven-iven berikutnya.

Pemkab Padang Pariaman mengaku akan memperbaiki gelanggang pacuan kuda kedepanya, agar tidak membahayakan pada kuda. Karena iven pacuan kuda sangat banyak peminatnya serta banyak penggemarnya, sehingga bisa dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan datang kepadang pariaman. Lomba pacu kuda, selain untuk meningkatkan kunjungan wisata, baik lokal maupun mancanegara. Iven tahunan tersebut juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat kususnya disekitar arena perlombaan. Sementara itu, suasana keramaian digelanggang pacuan kudapun ramai dihadiri ribuan masyarakat, menyaksikan iven tahunan tersebut.

 

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa