Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Kamis, 13 Desember 2018

14 : 00SUMBAR SEKILAS
14 : 02PESONA SUMBAR
14 : 30SUMBAR MEMBANGUN
15 : 00DENDANG 15
16 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00SIAGA BENCANA
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,2SR
12-Dec-18 00:20:12 WIB
Kedalaman 21 Km
109 Km Northwest Kep-mentawai-sumbar
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang05 Februari 2016 - 07:54 WIB
Minyak Goreng curah dilarang, Pedagang gorengan kesulitan
Minyak Goreng curah dilarang, Pedagang gorengan kesulitan

Reporter : Maqri Nelvi Lubis dan Joni Bakri • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Pedagang  gorengan  mengaku kesulitan menetapkan harga  jika minyak goreng curah tidak lagi beredar. Kebijakan baru Mentri Perdagangan ini kiranya di sertai hadirnya produk minyak goreng kemasan yang terjangkau bagi pedagang kecil.

Larangan beredarnya minyak goreng curah terhitung  27 maret nanti menimbulkan kekhawatiran  sejumlah pedagang gorengan. Uusaha kecil ini mengaku hanya  bisa bertahan jika  pejualan gorengan berjalan lancar atau  habis terjual pada hari yang sama. Namun mengingat gorengan adalah makanan yang memasyarakat, harganyapun harus terjangkau. Jika minyak curah dilarang beredar, otomatis akan memaksa pedagang gorengan menggunakan minyak kemasan yang artinya biaya  bahan baku gorengan bertambah tinggi, sehingga harga gorengan pun harus dinaikkan.

Namun diyakini kenaikan harga nantinya  akan berdampak menurunnya daya beli masyarakat. Pedagang tahu goreng Eli misalnya, mengaku bisa menghabiskan 5 kilogram minyak goreng curah sehari dengan harga 8.500 hingga 9 ribu rupiah perkilonya. Harga ini jauh lebih murah dibanding minyak kemasan yang kini dijual dengan berbagai merek minimal  11 ribu rupiah perliternya.

Pedagang gorengan menjadi konsumen  paling besar minyak goreng curah hingga saat ini di Sumatra Barat apalagi Kota Padang. Pedagang berharap larangan akan di sertai hadirnya produk  baru minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau. Minyak goreng curah dilarang beredar terhitung  akhir bulan depan dikarnakan kehigienisan yang kurang terjamin.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat