LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Minggu, 20 September 2020

08 : 05SERAMBI MUSLIMAH
09 : 00ANAK MINANG CERIA
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00SYIAR DAN SYAIR
12 : 00LENSA OLAHRAGA
13 : 00BRIZIK
13 : 30HIBURAN
14 : 00CERITO LAPAU
15 : 00SPORT
16 : 01SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00SUMBAR MEMBANGUN
17 : 30NADA ISLAMI
18 : 00JEJAK ISLAMI
18 : 30MELODI NOSTALGIA
19 : 30PESONA SUMBAR
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Pesisir Selatan12 September 2017 - 06:27 WIB
Kerugian akibat Abrasi di Muaro Kandis ratusan juta
   Kerugian akibat Abrasi di Muaro Kandis ratusan juta

Reporter : NINING ABRIANTI • Editor : Administrator

A+AAA-
 

Selain mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah, pemukiman warga di kawasan Pantai Kenagarian Muaro Kandis Kecamatan Linggo Saribaganti Pesisir Selatan masih terancam abrasi. Warga berharap penanganan pintu air muara yang rusak akibat cuaca buruk segera dilakukan pemerintah daerah setempat.

Abrasi pantai yang merusak rumah dan tempat usaha warga di Kenagarian Muaro Kandis Punggasan Kecamatan Linggosari Baganti di taksir mencapai 500 juta rupiah. Hasil pendataan pemerintah nagari setempat memastikan sebanyak tiga unit rumah permanen dan semi permanen tidak layak ditempati, sedangkan 2 tempat usaha ikan juga rusak parah. Sementara itu, sekitar 6 kepala keluarga yang tinggal di Tebing Sungai Muaro Kandis ini terpaksa mengungsi, karena ancaman abrasi semakin meluas. Pasca kerusakan, warga terlihat sudah mengemas barang-barang mereka untuk pindah ketempat yang lebih aman.

Walinagari Muaro Kandis Punggasan mengatakan, abrasi pantai disebabkan oleh rusaknya pintu air muara yang sebelumnya dibuat seperti baronjong, namun karena besar dan tingginya ombak membuat pintu air muara ini semakin melebar.  Warga melalui pemerintahan Nagari berharap penanganan kerusakan pintu air di Muaro Kandis segera dilakukan, dan membangun tebing muara yang sudah rusak digerus air.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa