Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Rabu, 17 Januari 2018

Rangkaian acara pada hari Rabu, 17 Januari 2018 belum dipublikasikan...

 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,0SR
15-Jan-18 13:31:51 WIB
Kedalaman 234 Km
23 Km Northwest Bolaangmongondowsel-sulut
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Padang Panjang15 Agustus 2017 - 06:23 WIB
Mantan pejuang tinggal di rumah kontrakan
Mantan pejuang tinggal di rumah kontrakan

Reporter : ROBIHAM • Editor : Administrator

A+AAA-
 

Kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari hasil keringat dan darah para pejuang di masa lalu.  Para pejuang membela tanah air agar sang merah putih tetap berkibar. Namun saat ini para pejuang hanya tinggal cerita bahkan sejumlah veteran sampai saat ini masih mengontrak rumah seperti yang dialami oleh Eliyas St Mudo mantan pejuang  yang saat ini telah berrumur 90 tahun.

Beginilah keseharian Eliyas Sutan Mudo mantan pejuang. Sampai saat ini penglihatannya masih jelas serta tubuhnya masih terlihat segar bugar meski telah berumur 90 tahun. Mantan pejuang yang pensiun berpangkat kopral sejak tahun 1967, ini mengatakan meskipun sudah 72 tahun Indonesia merdeka namun saat ini dirinya masih mengontrak rumah yang beralamat di Kelurahan Pasar Usang Kecamatan Padang Panjang Barat sejak tahun 1982.

Eliyas mengaku tidak sanggup membeli rumah karena saat bertugas selalu pindah-pindah, selain itu eliyas tidak memiliki  cukup uang untuk membeli rumah, karena anak-anaknya banyak dan butuh biaya untuk  biaya pendidikan dan kebutuhan mereka.

Kakek yang memiliki 10 anak 18 cucu serta 16 cicik ini menuturkan dirinya bergabung menjadi tentara tahun 1945 di Bukit Tinggi dan ditugaskan di bagian perbekalan dan angkutan. Berbagai tugas telah dijalani oleh Eliyas seperti tahun 1952 Eliyas di kirim satu batalyon dari Padang ke Sulawesi  untuk penumpasan kahar muzakar dan tahun 1954 juga ikut penumpasan di TII Pimpinan Daud Baureh Di Aceh dan beberapa tugas lainnya.

Yang sangat berkesan bagi Ilyas ketika  agresi Belanda tahun 1947, saat itu Eliyas bertugas membawa kendaraan dari Sungai Dareh menuju Padang yang bermuatan bahan bakar untuk keperluan pasukan. Di tengah perjalanan pesawat capung Belanda di udara menembaki iring-iringan kendaraannya. Eliyas beserta tiga orang temanya berhasil selamat lalu berlindung di dalam hutan.

Eliyas bersama kawan-kawannya sempat terlunta-lunta lebih kurang satu bulan di hutan belantara Sungai Dareh dan berjalan kaki ke Padang. Karena bekal telah habis terpaksa memakan dedauanan dan hewan yang bisa dimakan. Saat itu Sungai Dareh masih hutan belantara jalan hanya sebatas jalan tanah saja. Sebulan sudah menembus hutan rima akhirnya sampai juga di kota Padang.

Eliyas mengaku saat ini kawan-kawannya sudah banyak yang meninggal hanya tinggal beberapa orang saja yang masih hidup.

Menurut Eliyas saat ini jiwa kebangsaan dan patriotisme  sebagian masyarakat sudah mulai pudar. Buktinya jelang 17 Agustus masih banyak yang tidak mengibarkan bendera di halaman rumah mereka. Padahal mencapai kemerdekaan para pahlawan dan pejuang sudah bertaruh nyawanya.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat