Live Streaming

 
Tinjauan Acara

Minggu, 26 Mei 2019

08 : 01ANAK MINANG CERIA
09 : 00BUKAN TALKSHOW BIASA
16 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
18 : 14TIME SIGNAL RAMADHAN 1440 H
 
Informasi

 
Sosial Media
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Pasaman Barat20 Juli 2017 - 06:11 WIB
Kekurangan ruang Belajar, Siswa Belajar Dua Shif
Kekurangan ruang Belajar, Siswa  Belajar Dua Shif

Reporter : ANDIKA • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Akibat kekurangan ruangan kelas untuk belajar, seratus enam puluh dua siswa baru di SMP Negeri Enam Pasaman harus belajar dan masuk sekolah di sore hari. Pihak sekolah berharap kedepan pemerintah daerah atau pusat bisa memberikan bantuan berupa pembangunan enam ruangan kelas dan sejumlah gedung penunjang lain.

Sejak didirikan beberapa tahun lalu, jumlah siswa yang mendaftar di SMP Negeri Enam Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat terus meningkat setiap tahunnya, akibatnya pihak sekolah kewalahan untuk menyediakan ruangan belajar untuk siswa, pasalnya perkembangan jumlah siswa belum seimbang dengan pembangunan fisik yang ada disekolah tersebut.

Akibatnya, hingga saat ini sekolah tersebut masih kekurangan enam ruangan kelas untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga para siswa SMP Negeri Enam Pasaman harus dibagi dalam dua shif, siswa kelas delapan dan sembilan masuk pagi, sementara siswa kelas tujuh masuk siang.

Menurut Kepala Sekolah SMP Negeri Enam Pasaman Rusli, menyiasati kekurangan ruangan tersebut, pihak sekolah terpaksa memulai kegiatan PBM khusus untuk kelas tujuh pada pukul satu hingga setengah lima sore,

saat ini tercatat sebanyak empat ratus sepuluh siswa belajar di sekolah tersebut, seratus enam puluh dua diantaranya terpaksa masuk sore, pihak sekolah menyadari adanya beberapa kekurangandari hal tersebut, diantaranya kondisi cuaca atau kendaraan yang akan ditumpangi siswa untuk menuju sekolah.

Meski demikian pihak sekolah  belum menemui kendala yang berarti, orang tua siswa tampak memahami kondisi yang ada, sehingga sebagian besar siswa saat ini diantar dan dijemput oleh orangtua mereka setiap harinya.

Pihak sekolah berharap kedepan, pemerintah bisa membarikan bantuan dan membangun enam unit ruangan belajar, pasalnya sejak tahun kemarin pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan ruangan belajar dan sejumlah ruangan lainya, seperti labor dan ruangan majelis guru.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa