Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Jum'at, 16 November 2018

14 : 00SEKILAS SUMBAR
14 : 05NADA ISLAMI
15 : 00DENDANG 15
16 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00NUANSA IMAN
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,0SR
15-Nov-18 10:55:02 WIB
Kedalaman 10 Km
17 Km Southeast Mamasa-sulbar
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Sawahlunto25 Januari 2016 - 07:35 WIB
Rangkul masyarakat tangkal terorisme dan GAFATAR
Rangkul masyarakat tangkal terorisme dan GAFATAR

Reporter : Insan Kamil Dakoga • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia diresahkan oleh isu terorisme dan Gerakan Fajar Nusantara atau GAFATAR, sehingga mengganggu stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika ditemukan adanya indikasi ini, warga hendaknya tidak gegabah segera melapor ke institusi terkait dalam hal ini Kepolisian, Majelis Ulama Indonesia atau MUI serta Kemenag, setelah itu bergerak bersama.

Isu terorisme dan Gerakan Fajar Nusantara atau GAFATAR yang terus meresahkan serta mengganggu stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia akhir-akhir ini, membuat Polres Sawahlunto bergerak cepat untuk mengantisipasi hal ini.

Seperti yang sama-sama kita ketahui, daerah tetangga Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dikejutkan dengan penemuan bahan-bahan perakitan bom di rumah terduga ISIS yang telah ditangkap tim Densus 88 di Cilacap, padahal terduga ISIS ini sudah setahun lebih berbaur dengan masyarakat sekitar tanpa ada yang mengetahui.

Selain itu, biasanya praktik ini juga lebih memilih daerah yang aman dan kondusif seperti kota Sawahlunto, sehingga kegiatan mereka tidak terendus dengan mudah. Menurut informasi terduga ISIS itu sempat melakukan aktivitas di Kota Sawahlunto, mulai dari menjual kelinci peliharaannya hingga mengikuti segala aktivitas keagamaan.

Dikatakan Kapolres Sawahlunto AKBP Joko Ananto, diharapkan dengan meranggkul masyarakat sekaligus LPM bisa menanggkal terorisme dan Gafatar sedini mungkin. Sementara itu di Kota Sawahlunto sejauh ini belum terdeteksi praktik yang bertentangan dengan ajaran islam dan pancasila ini, namun tidak tertutup kemungkinan karena mereka bekerja terstruktur dan terselubung.

Jika ditemukan adanya indikasi ini, warga hendaknya tidak gegabah, segera melapor ke institusi terkait dalam hal ini Kepolisian, Majelis Ulama Indonesia atau MUI serta Kemenag, setelah itu bergerak bersama.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat