Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Selasa, 20 November 2018

Rangkaian acara pada hari Selasa, 20 November 2018 belum dipublikasikan...

 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,2SR
20-Nov-18 09:29:00 WIB
Kedalaman 10 Km
137 Km Southeast Kep-talaud-sulut
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang12 Juni 2017 - 06:59 WIB
Petani Menunggu Hujan
Petani  Menunggu Hujan

Reporter : MAQRI NELVI L/ JONI BAKRI • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Pasca panen padi satu bulan lalu, sejumlah  petani di Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang belum bisa mulai bercocok tanam kembali akibat minimnya air saat ini. Tidak hanya air irigasi yang tidak mengalir, air hujan yang biasanya bisa dimanfaatkan  untuk sawah, belum  juga turun. Keberadaan air dalam aktifitas pertanian padi sawah memegang peranan penting.

Setelah melalui masa panen sekitar  satu bulan lalu, seharusnya  sekitar 5 hektar  areal persawahan di Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang ini sudah bisa di tanami lagi. Benih padi yang sudah ditanam petani sudah siap di semaikan, namun sayangnya bercocok tanam belum bisa dilakukan  karna sudah lebih dari 2 pekan ini hujan  belum juga turun.

Air yang mengalir dari irigasi Tanjuang  Aua  atau yang melalui areal pertanian ini juga tidak lancar, akibat minimnya debit air di daerah hulu. Tanah di permukaan sawah yang tampak  retak – retak sulit di olah, namun beberapa petani tetap mengerjakan beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan seperti membersihkan areal sawah dari rumput, agar jika hujan turun lahan ini bisa segera ditanami lagi. Harga jual padi saat ini terbilang  bagus, sekitar 320 ribu per karung atau per 50 kilogram, menjadi  motivasi petani segera mulai mengolah sawahnya.

Tantangan petani di kawasan ini ternyata tidak hanya mencukupi  kebutuhan air di sawah. Saat padi menguning sejumlah hama padi datang dalam jumlah yang cukup besar seperti tikus dan burung. Kedua musuh tanaman padi ini menjadi penyebab hilangnya hasil panen padi petani hampir 50 persen. Jika dalam setengah hektar sawah petani mendapat 36 karung padi, akibat hama  tikus dan burung panen hanya menyisakan setengahnya. Petani berharap mendapat solusi agar kedua hama ini tidak datang berulang setiap kali panen dan terus merugikan petani.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat