Live Streaming

 
Tinjauan Acara

Kamis, 12 Desember 2019

08 : 05SUARA PUBLIK
09 : 00SUMBAR MEMBANGUN
16 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00SUARA PUBLIK
 
 
Sosial Media
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang16 Mei 2017 - 06:55 WIB
Rumah Sakit M Jamil Padang Antisipasi Virus Ransomware
Rumah Sakit M Jamil Padang Antisipasi Virus Ransomware

Reporter : TUA SAMAN SIREGAR • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Mengantisipasi serangan virus ransomware wannacrypt seperti yang terjadi di dua rumah sakit di jakarta, Rumah Sakit pusat M Jamil Padang langsung  mengamankan seluruh data rumah sakit selain memback up atau mengamankan data, tim IT Rumah Sakit M Jamil Padang menggunakan instalasi system menejemen informasi Rumah Sakit. Mengantisipasi serangan siber berupa malware khususnya ransomware jenis wannacry di sejumlah perangkat computer yang menggunakan jaringan internet.

Rumah sakit pusat M Jamil Padang langsung memback up atau mengamankan data ke perangkat lainnya hal ini untuk menjaga keamanan data jika ada serangan virus wannacry seperti yang terjadi dua rumah sakit di jakarta yakni Rumah Sakit Harapan Kita dan Dharmais.

Selain memback up data, Rumah Sakit M Jamil padang juga menggunakan instalasi system infomasi menajemen rumah sakit, meski demikian rumah sakit M Jamil Padang tetap waspada dengan serangan virus tersebut.

Direktur medic dan keperawatan RSUP M Jamil padang menjelaskan, meski ada ancaman serangan virus wannacry pihak Rumah Sakit M Jamil Padang tetap melayani pasien dan masyarakat dengan menggunakan jaringan online  yang berbasis computer. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan bagi masyarkat yang ingin berobat.

Direktur medic dan keperawatan RSUP M Jamil menambahkan total pengunjung yang ingin berobat ke Rumah Sakit M Jamil Padang perhari mencapai 800 kunjungan jika dilayani dengan manual di kawatirkan akan mengganggangu pelayanan bagi pasien. Virus ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. Serangan cyber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang sumber daya sangat penting, sehingga serangan ini bisa dikategorikan teroris cyber.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa