LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Selasa, 29 September 2020

08 : 05PAGI KITA
09 : 00ANAK INDONESIA
09 : 30SALINGKA TANI
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00AYO HIDUP SEHAT
12 : 00MINANG MAIMBAU
12 : 30KULINER
13 : 00SENANDUNG MINANG
13 : 30SUMBAR MEMBANGUN
14 : 00CARITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
16 : 05SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00SUARA PUBLIK
18 : 00NADA ISLAMI
18 : 30JEJAK ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Payakumbuh16 Mei 2017 - 06:29 WIB
Evaluasi Pilkada, Sejumlah Hal Perlu Diperbaiki
Evaluasi Pilkada, Sejumlah Hal Perlu Diperbaiki

Reporter : EDWARD • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Payakumbuh mencatat sejumlah masukkan terkait pelaksanaan pilkada serentak jilid ii yang digelar 15 februari. Selain pembenahan penyelengara perbaikan pengawasa pemilu dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan diharapkan lebih meningkat kedepannya.

Meski diwarnai sejumlah persoalan namun pelaksaanaan pilkada serentak di Payakumbuh berjalan baik. Sebelumnya sejumlah persoalan terjadi jelang digelarnya pilkada serentak di kota perlintasan Sumbar Riau itu. Selain pencopotan sejumlah Panita Pemungutan Suara (PPS), karena diduga tidak netral sebagai penyelenggara.

Juga termasuk dukungan ganda yang diserahkan oleh dua pasang calon walikota-wakil walikota yang maju dari jalur perseorangan termasuk soal pencalonan paslon yang maju lewat partai politik. Kedepan penting bagi parpol mempersiapkan diri untuk mencalonkan kandidat tertentu dan memenuhi persyaratan yang diatur dalam uu termasuk surat pengunduran diri sang calon jika ia merupakan anggota DPRD.

Sementara terkait logistik pilkada dinilai tidak menjadi masalah namun yang perlu diperhatikan saat penyortiran karena masih ditemukan surat suara ganda yang diterima pemilih. 

Ketua KPU juga menyebutkan beberapa persoalan lain yang terjadi di pilkada serentak 2017 seperti integritas hasil soal pungut-hitung sengketa hasil pilkada yang sempat berakhir di mahkamah konstitusi termasuk peningkatan partisipasi pemilih.

Juga persoalan kurang semaraknya pesta demokrasi dan kurang meriah dimana salah satu faktornya karena alat-alat peraga hanya disediakan oleh penyelenggaran saja (KPU). Selain itu persoalan kerangka hukum pemilu yang tidak memberikan kepastian karena selalu berubah-ubah khususnya pada saat menjelang pilkada sehingga pengesahan uu pilkada sering terlambat.

Evaluasi pemilu 2017 diharapkan menjadi perbaikan untuk pelaksanaan pemilihan legislatif atau pemilihan kepala daerah yang akan datang.

 

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa