Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Jum'at, 24 November 2017

Rangkaian acara pada hari Jum'at, 24 November 2017 belum dipublikasikan...

 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,5SR
22-Nov-17 08:11:23 WIB
Kedalaman 77 Km
45 Km Southeast Bolaangmongondowtmr-sulut
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Pasaman Barat16 Mei 2017 - 06:09 WIB
Nagari Katiagan Butuh Jalur Evakuasi Dan Shelter Tsunami
Nagari Katiagan Butuh Jalur Evakuasi Dan Shelter Tsunami

Reporter : ANDIKA • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Karena berada di pinggir pantai sekitar enam ribu jiwa masyarakat di Nagari Katiagan Kabupaten Pasaman Barat membutuhkan jalur evakuasi dan shelter tsunami. pasalnya daerah tersebut merupakan salah satu nagari yang masuk zona merah dan rawan bencana di Pasaman Barat. Sebagai salah satu daerah rawan bencana gempa dan tsunami di Pasaman Barat, seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar garis pantai Pasaman Barat membutuhkan jalur evakuasi dan shelter tsunami. Salah satunya terlihat di Nagari Katiagan Kabupaten Pasaman Barat. Sebanyak enam ribu jiwa yang berdomisili di Nagari Katiagan hingga saat ini masih terancam dari bahaya gempa yang berpotensi tsunami. Pasalnya masyarakat yang menghuni sekitar lima ratus unit rumah di daerah tersebut hingga sekarang belum memiliki shelter atau jalur evakuasi tsunami yang layak.

Masyarakat setempat melalui pihak nagari mengaku sudah mengusulkan pembangunan shelter di daerah tersebut kepada BNPB meski sudah menyediakan lahan dan menyerahkannya kepada pemerintah namun hingga sekarang pembangunan shelter dan jalur evakuasi belum juga terealisasi. Menurut Wali Nagari Katiagan Endang Putra saat ini keselamatan sekitar enam ribu jiwa warga sangat terancam dan bahaya tsunami, pasalnya jarak permukiman masyarakat dari hanya berkisar lima ratus hingga satu kilomter. Karena daerah tersebut berada di sekitar pantai dan datar sehingga keberadaan shelter dinilai satu satunya cara untuk penyelamatan saat terjadi tsunami.

Pasalnya jika mereka berupaya melarikan diri saat terjadi tsunami, maka jarak dari permukiman mereka sangat jauh menuju lokasi lebih rendah terlebih saat ini jalur evakuasi di di nagari tersebut masih sangat minim dan hanya mengharapkan jalan perkebunan kelapa sawit sehingga jalur tersebut dinilai sangat tidak memungkinkan.

Masyarakat setempat berharap kedepan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemerintah Daerah bisa memperhatikan dan membangun shelter dan jalur evakuasi di daerah tersebut karena jika terjadi bencana atau gempa, masyarakat akan kesulitan  dan dikhawatirkan akan memakan korban jiwa.

 

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat