Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Rabu, 26 September 2018

14 : 00SUMBAR SEKILAS
14 : 02BUKAN TALKSHOW BIASA
15 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00AYO HIDUP SEHAT
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,4SR
26-Sep-18 16:27:45 WIB
Kedalaman 20 Km
69 Km Southeast Tambrauw-papuabrt
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Pariaman12 Mei 2017 - 06:42 WIB
Memasuki Ramadhan, Masyarakat Mulai Ziarah Kubur
Memasuki Ramadhan, Masyarakat Mulai Ziarah Kubur

Reporter : ABDUL/ SYARIL • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Jelang memasuki bulan suci ramadhan masyarakat disejumlah daerah mulai melakukan tradisi ziarah kubur mengunjungi kuburan sanak famili mereka yang sudah meninggal dunia.Begitupula yang dilakukan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman   melakukan ziarah kubur  membersihkan  hingga mendoa’akan keluarga mereka yang sudah meninggal.

Masyarakat Padang Pariaman mulai melakukan ziarah kubur jelang memasuki bulan suci ramadhan, seperti masyarakat yang berasal dari suku panyalai chaniago ini. Mereka beramai-ramai datang mengunjungi pemakaman kaum yang berada dikawasan Nagari Parit Malintang. Mereka datang untuk melakukan ziarah kubur  membersihkan dan mendoa’akan keluarga mereka yang sudah meninggal dunia. Murni  salah satu warga dari suku panyalai mengaku  datang bersama keluarganya kepandam pakuburan ini dalam rangka membersihkan kuburan keluarganya yang sudah meninggal dunia. Tidak hanya membersihkan kuburan tapi juga mendo’akan agar keluarganya yang sudah meninggal diberikan tempat yang terbaik oleh sang pencipta begitupun keluarga yang ditinggal untuk selalu sabar dan rukun.

Dilokasi pandam pakuburan ini  juga terdapat sebuah bangunan yang diisi oleh makam orang yang dianggap keramat dari kaum tersebut.  Tidak hanya itu,  dilokasi makam juga terdapat sebuah tempat istirahat,  ditempat itu selalu rutin dilakukan dzikir dan do’a dan makan berjamba setiap tahunnya. Disaat melaksanakan ziarah kubur jelang memasuki bulan suci ramadhan yang dipimpin oleh seorang tuangku atau ulama setempat untuk memimpin do’a. Tidak hanya itu para ibu-ibu yang datang selain membawa makanan jamba  juga membawa lamang untuk diberikan kepada ahli waris ninik mamak mereka yang masih ada. Dipandam pakuburan ini.  ditempati oleh enam suku dan keenam suku tersebut rutin setiap tahunnya melakukan ziarah secara bergiliran hingga puasa masuk.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat