LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Senin, 28 September 2020

08 : 05PAGI KITA
09 : 00ANAK INDONESIA
09 : 30SALINGKA TANI
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00CARITO LAPAU
12 : 00HIBURAN
12 : 30PESONA INDONESIA
13 : 00INSPIRASI INDONESIA
13 : 30KULINER
14 : 00CARITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
15 : 30HIBURAN
16 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00AYO HIDUP SEHAT
18 : 00NADA ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang12 Mei 2017 - 06:28 WIB
PLN Harus Survei Pelanggan
PLN Harus Survei Pelanggan

Reporter : NOVIKA / JONI BAKRI • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Menyikapi pencabutan subsidi bagi pelanggan PLN golongan 900 volt ampere yang berdampak terhadap kenaikan tarif dasar listrik disikapi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Barat. Pihak PLN harus mendata ulang pelanggan dengan survei lapangan sehingga tidak merugikan masyarakat rumah tangga miskin yang harus dibebankan dengan kenaikan tdl tersebut.

Yayasan lembaga konsumen indonesia (YLKI) Sumatera Barat menyoroti kenaikan tarif dasar listrik bagi pelanggan PLN golongan 900 volt ampere. Kenaikan tdl ini dirasakan oleh 18 juta pelanggan pln yang dicabut subsidinya berdasarkan Peraturan Permen ESDM Nomor 28 tahun 2016 tentang tarif dasar listrik yang disediakan PLN. Sementara 4 juta pelanggan golongan 900 volt ampere lainnya masih tetap mendapatkan tarif subsidi.

Menyikapi hal ini ketua YLKI Sumbar Dahnil Aswad mengharapkan pihak PLN kembali mendata pelanggan khususnya bagi 4 juta pelanggan golongan 900 volt ampere yang masih mendapatkn subsidi tersebut. Karena jika ditelusuri ke lapangan masih terdapat pelanggan PLN golongan 900 volt ampere yang disubsidi tidak tepat sasaran. Salah satunya seperti tempat kos-kosan yang pemanfaatannya sebagai bisnis. Selain itu pelanggan golongan 900 volt ampere yang dicabut subsidinya masih terdapat kategori masyarakat berekonomi lemah.

Untuk itu PLN harus segera melibatkan pihak ketiga seperti Badan Pusat  Statistik di daerah agar pemberian subsidi tepat sasaran. Ketua YLKI Sumbar Dahnil Aswad juga mengatakan jika pendataan ulang ke lapangan tidak segera dilakukan pihak PLN akan merugikan masyarakat khususnya yang berekonomi lemah.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa