Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Selasa, 25 September 2018

Rangkaian acara pada hari Selasa, 25 September 2018 belum dipublikasikan...

 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,0SR
23-Sep-18 10:09:36 WIB
Kedalaman 10 Km
123 Km Southwest Ternate-malut
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Pariaman09 Mei 2017 - 06:50 WIB
Harga Pinang Tinggi, Petani Fokus Rawat Kebun
Harga Pinang Tinggi, Petani Fokus Rawat Kebun

Reporter : ABDUL/ SYARIL • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Petani pinang dikawasan Sikucur Timur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, mengaku bersyukur dan senang dengan naiknya harga pinang. Saat ini harga  komoditi ungggulan Kabupaten Padang Pariaman  mencapai  18 sampai 20 ribu rupiah  perkilogramnya. Naiknya harga komoditi jenis pinang baru-baru ini, membuat petani dikawasan Sikucur Timur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, bersyukur dan senang.

Padahal sebelumnya, harga komuditi tersebut sempat anjlok, hinggga mencapai tujuh ribu rupiah perkilogrmanya. Namun berlahan kebun  pinang yang kini tengah serius dirawat para petani di daerah tersebut mengalami lonjakan harga yang cukup siginifikan. Naiknya harga komuditi jenis  pinang ini membuat sejumlah petani pinang di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya petani di kawasan Sikucur Timur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, ini, mengaku bersyukur dan senang.  Fitron. salah satu pemilik kebun pinang di Sikucur Timur ini, mengaku senang dengan naikya harga pinang saat ini. namun sayang disaat harga tinggi, kebun pinang miliknya sedang tidak berbuah lebat. jika sebelumnya ia bisa penen buah pinang mencapai 20 karung, namun kini hanya bisa panen 4 karuang saja.

Fitron juga menyebutkan, bahwa pada Minggu pagi, ia  mendengar dari petani pinang lainya bahwa harga pinang mulai bergerak turun dan sudah mencapai 15 ribu rupiah. Ia berharap harga pinang terus tinggi, sehinga petani yang menggantungkan hidup dari komuditi tersebut bisa sejahtera. Pasalnya selama ini, para petani pinang di daerah tersebut lebih fokus pada perawatan kebun kakao, namun kurangnya perhatian dan harga yang semakin turun, membuat petani beralih ke kebun pinang yang jauh lebih menjanjikan.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat