LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Sabtu, 26 September 2020

08 : 05SERAMBI MUSLIMAH
09 : 00ANAK MINANG CERIA
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00SYIAR DAN SYAIR
12 : 00SENANDUNG MINANG
12 : 30KULINER
13 : 00MELODI NOSTALGIA
14 : 00CERITO LAPAU
15 : 00DUNIA ANAK
15 : 30HIBURAN
16 :05SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00SUMBAR MEMBANGUN
17 : 30KABA RANAH MINANG
18 : 00NADA ISLAMI
18 : 30JEJAK ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Sawahlunto09 Mei 2017 - 06:32 WIB
Sepekan, 15 Titik Bencana Landa Sawahlunto

Reporter : INSAN KAMIL DAKOGA • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

BPBD Kota Sawahlunto mencatat setidaknya  15 titik bencana di sejumlah wilayah di Kota Sawahlunto dalam sepekan. Selain merusak infrastruktur, akibat bencana ini 2 rumah warga juga mengalami kerusakan. Hujan deras disertai angin kencang dalam sepekan terakhir menyebabkan setidaknya 15 titik bencana melanda Kota Sawahlunto. 15 titik bencana tersebut tersebar hampir di semua wilayah kecamatan, 4 titik bencana tercatat di Kecamatan Barangin, 1 di Kecamatan Talawi, 8 titik di Kecamatan Silungkang dan 2 titik di Kecamatan Lembah Segar.

Kepala Kesbangpol dan PBD selaku kalaksa BPBD Kota Sawahlunto, Adri Yusman menjelaskan, kebanyakan bencana merupakan tanah longsor sebanyak 13 titik sementara bencana lainnya adalah pohon tumbang sebanyak 2 titik. Sementara dua unit rumah rusak berat dan ringan akibat bencana ini, yaitu satu unit rumah di Desa Pasar Kubang dan 1 unit rumah di desa Silungkang Oso. Adri Yusman menambahkan, meski bencana terhitung sangat banyak namun tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saya sejumlah infrastruktur rusak serta akses masyarakat terganggu.

Melihat potensi bencana yang sangat besar di hampir seluruh wilayah Sawahlunto, Adri Yusman menghimbau masyarakat supaya waspada saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Namun saat terjadi bencana, BPBD meminta segera melapor agar segera dilakukan penanganan.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa