Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Senin, 28 Mei 2018

Rangkaian acara pada hari Senin, 28 Mei 2018 belum dipublikasikan...

 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,2SR
26-May-18 05:23:43 WIB
Kedalaman 188 Km
229 Km Northeast Malukubrtdaya
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang18 Januari 2016 - 07:29 WIB
Harga Kebutuhan pokok tinggi, Pedagang keluhkan Pasar sepi
Harga Kebutuhan pokok tinggi, Pedagang keluhkan Pasar sepi

Reporter : Harmalia Cahyani dan Agusri • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Pedagang pasar Sateli Alai mengeluhkan sepinya jual beli di pasar tersebut sejak satu minggu terakhir. Hal ini disebabkan tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran saat ini, meski harga BBM sudah turun sejak 10 hari lalu.

Sudah hampir satu minggu Pasar Satelit Alai sepi pengunjung. Hal ini dirasakan oleh sejumlah pedagang yang mengeluh akibat sepinya jual beli sejak sepekan lalu. Naiknya harga sebagian kebutuhan pokok menyebabkan jual beli di Pasar tersebut sepi danri sebelumnya. 

Saat ini harga beras IR 42 sebesar Rp. 360.000,- per karung atau sama dengan Rp. 21.000,- pergantang. Sebelumnya harga beras IR ini hanya Rp.345.000,- per karung dan Rp. 18.000,- per gantang.

Selain itu, sejak dua hari lalu harga gula di pasaran mulai mengalami peningkatanSebelumnya gula dijual seharga Rp. 12.000,- perkilogram. Kini naik menjadi Rp. 13.500,- perkilogram. Untuk beras ketan juga mengalami kenaikan biasanya satu gantang beras ketan dijual seharga Rp. 23.000,- kini naik menjadi Rp. 30.000,-.

Pasokan untuk beras ketan putih saat ini juga mnegalami kelangkaan akibat banyaknya petani yang gagal panen. Sementara itu, harga cabai sudah mulai turun, begitu juga dengan cabai hijau dengan harga masih normal Rp. 32.000,- perkilogram.

Untuk harga tomat biasdanaya seharga Rp. 8000,- kini menjadi Rp. 12.000,- satu kilogramnya. Bawang sebelumnya dijual Rp. 8000,- kini menjadi Rp. 20.000,- satu kilogramnya.

Tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar ini disebabkan cuaca di wilayah Sumbar yang tidak menentu, sehingga hasil panen menjadi tidak merata.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat