Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Kamis, 21 Juni 2018

14 : 00SUMBAR SEKILAS
14 : 02KULINER
14 : 30SALINGKA TANI
15 : 00BERITA RANAH MINANG
16 : 00DEBAT PILKADA KALBAR
17 : 30RANTAK
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,2SR
18-Jun-18 19:11:18 WIB
Kedalaman 10 Km
222 Km Southeast Bovendigoel-papua
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Solok06 Maret 2017 - 06:10 WIB
Berburu Babi Sarana Mempererat Silaturahim
Berburu Babi Sarana Mempererat Silaturahim

Reporter : ARIE PRATAMA SETIAWAN • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Sumatera Barat memiliki kebudayaan dan tradisi yang beragam salah satunya adalah tradisi berburu babi hutan. Tradisi turun temurun yang sudah ada sejak dulu di Minangkabau ini hingga kini masih tetap diminati oleh lintas usia dan generasi. Buru babi atau istilah dalam bahasa indonesia disebut berburu babi hutan merupakan tradisi yang turun temurun sejak lama yang ada di Minangkabau.

Di Nagari Tanjung Bingkung Kabupaten Solok kegiatan alek nagari buru babi sudah rutin dilaksanakan masyarakat. Berburu babi ini diagendakan  satu kali dalam kurun waktu enam bulan, hal tersebut mengikuti pasca panen padi para petani. Biasanya sejumlah tokoh masyarakat ,dengan mengundang para pemburu babi dari berbagai daerah yakni Sumbar, Riau, Jambi bahkan ada yang datang dari Jakarta.

Berburu babi selain sebagai hobi, berburu babi juga dianggap sebagai media untuk berolah raga dan ajang untuk mempererat silahturahmi sesama pemburu babi dari berbagai daerah, selain itu berburu babi juga untuk membantu para petani dari hama babi yang mengganggu petani terhadap tanaman pertanian. Sementara itu berburu ini di ikuti oleh ribuan orang dari berbagai penjuru daerah, adapun peralatan berburu babi ini seperti golok, tombak dan menggunakan hewan peliharaan anjing.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat