Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Rabu, 22 Agustus 2018

Rangkaian acara pada hari Rabu, 22 Agustus 2018 belum dipublikasikan...

 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,1SR
20-Aug-18 17:51:04 WIB
Kedalaman 17 Km
14 Km Southwest Niasbarat-sumut
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang19 Januari 2017 - 06:19 WIB
Penjualan Daging Impor Di Pasar Raya Mencapai 1 Ton Perminggu
Penjualan Daging Impor Di Pasar Raya Mencapai 1 Ton Perminggu

Reporter : MAQRI NELVI L / JONI BAKRI • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Penjualan daging sapi  impor di Pasar Raya Padang mencapai 1 ton perminggu . Konsumen daging sapi impor  masih didominasi pedagang makanan  yang rutin memerlukan stok daging setiap harinya. Pedagang grosir   daging sapi impor  di blok ii lantai dua Pasar Raya Padang mengaku  sudah hampir 5 bulan menjual daging sapi impor di Pasar Raya Padang . Daging sapi impor asal Australia dan India tersebut diperoleh dari distributor daging sapi yang ada di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah Padang.

 

Doni, satu- satunya pedagang daging sapi impor di lantai ii ini mengaku jika aktifitas penjualan daging sapi impor yang dilakukannya sudah di ketahui dinas peternakan. Menurutnya hingga kini penjualan daging sapi impor belum terlalu tinggi, hanya sekitar 100 kilogram perhari atau 1 ton perminggunya. Daging sapi impor tersebut di jual memang lebih murah dibanding sapi lokal,  70 hingga 90 ribu rupiah perkilonya, tergantung  jenis daging yang di inginkan konsumen.

 

Sementara itu  sejumlah pedagang sapi lokal berharap perdagangan daging sapi impor mendapat pengelolaan langsung Pemerintah Daerah. Sebab harga sapi impor yang lebih murah 30 hingga 50 ribu  rupiah perkilogramnya tidak mampu disaingi harga sapi lokal yang memang memiliki modal pembelian  tinggi  di tingkat pedagang sapi . Stok sapi lokal yang kurang di duga menjadi penyebab mengapa harga daging sapi lokal  lebih tinggi dibanding impor. Ditengah lesunya jual beli daging sapi di Pasar Raya Padang saat ini, konsumen daging sapi impor ternyata di dominasi  pedagang makanan yang akan mengolah daging tersebut. Sementara konsumen ibu rumah tangga masih bertahan dengan sapi lokal yang dinilai lebih segar dan  bekualitas.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat