LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Minggu, 20 September 2020

08 : 05SERAMBI MUSLIMAH
09 : 00ANAK MINANG CERIA
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00SYIAR DAN SYAIR
12 : 00LENSA OLAHRAGA
13 : 00BRIZIK
13 : 30HIBURAN
14 : 00CERITO LAPAU
15 : 00SPORT
16 : 01SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00SUMBAR MEMBANGUN
17 : 30NADA ISLAMI
18 : 00JEJAK ISLAMI
18 : 30MELODI NOSTALGIA
19 : 30PESONA SUMBAR
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Padang Pariaman15 Desember 2016 - 05:36 WIB
Tradisi Bungo Lado Meriahkan Maulid Nabi Muhammad Saw
Tradisi Bungo Lado Meriahkan Maulid Nabi Muhammad Saw

Reporter : Abdul/ Syaril • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Beginilah suasana di Masjid Raya Parit Malintang Kabupaten Padang Pariaman, berbagai bentuk bungo lado atau pohon uang berjejer dihalaman masjid. Bungo lado atau pohon uang tersebut berupa ranting-ranting pohon yang ditempelkan uang kertas, dimana  nominalnya pun beragam, mulai dari pecahan seribu rupiah, sampai 100 ribu rupiah, yang ditempel di ranting-ranting dan dipercantik dengan kertas hias.

Bungo lado atau pohon uang ini dikumpulkan oleh masyarakat dari beberapa korong atau desa dan diarak kelokasi masjid, tempat pelaksanaan peringatan Maulid Nabi diselenggarakan. Seluruh uang yang ditempel diranting pohon ini, akan dikumpulkan, akan disumbangkan untuk pembangunan tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainya.

Menurut Syamsuhardi, ketua pelaksana Maulid, Tradisi Bungo Lado atau Pohon Uang tersebut, merupakan agenda tahunan setiap memperingati Maulid Nabi. Uang dari "bungo lado" tersebut biasanya bisa terkumpul mencapai ratusan juta rupiah. Peringatan Maulid Nabi yang dikenal dengan "mauluik" tersebut akan digelar bergantian dibeberapa kecamatan selama beberapa bulan ke depan.

Selain Tradisi Bungo Lado, dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, juga digelar acara berzikir, bahkan sebelum maluid  masyarakat juga melakukan Tradisi Malamang. Lamang yang sudah dimasak, akan di bawah kemasjid untuk diberikan kepada orang siak atau orang ‘alim.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa