Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Pasaman Barat

Polsek Gunung Tuleh Amankan Delapan Unit Mesin Dompeng Tambang Emas Ilegal

Kontributor DaerahKriminalitas 08 November 2016 JAM 07:27:16 WIB

Menanggapi maraknya aksi penambangan emas ilegal di Pasaman Barat, jajaran Polres Pasaman Barat melalui Polsek Gunung Tuleh melakukan razia tambang emas ilegal di kawasan Sungai Batang Saman di Nagari Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat.

Saat menggelar razia petugas berhasil menangkap delapan unit mesin dompeng yang digunakan oleh masyarakat untuk menambang emas di sepanjang Sungai Batang Saman tersebut. Saat razia petugas menemukan puluhan masyarakat yang tengah melakukan aksi penambangan ilegal dan menyedot emas menggunakan mesin di dasar sungai.

Saat hendak ditangkap seluruh pelaku berhasil melarikan  diri karena posisi mereka berada di seberang sungai, sehingga saat hendak menangkap tersangka petugas menjadi kesulitan. Meski demikian petugas berhasil mengamankan alat-alat yang digunakan untuk menambang.

Kapolsek Gunung Tuleh Iptu Junaidi mengatakan razia tersebut digelar sesaat setelah menjabat sebagai kapolsek. Razia tersebut sebagai bentuk tindakan dari laporan masayarakat yang resah dengan semakin maraknya aksi penambangan liar di kawasan tersebut.

Hingga saat ini delapan unit mesin dompeng dan sejumlah alat lain diamankan oleh petugas di Mapolsek Gunung Tuleh guna penyelidikan lebih lanjut, sementara itu petugas masih mencari dan menyelidiki pemilik mesin dompeng atau pengusaha tambang ilegal tersebut, diduga pemilik dan pekerja tambang emas ilegal tersebut merupaka warga sekitar.

Menyikapi maraknya aksi tambang ilegal beberapa waktu belakangan, petugas berjanji akan komit dan menindak tegas hal tersebut karena kegiatan tersebut akan merusak lingkungan sekitar dan merugikan negara.

Petugas menghimbau masyarakat ikut memerangi aksi penambangan emas ilegal di kawasan Pasaman Barat terutama di Gunung Tuleh, pasalnya saat ini sejumlah titik di hulu Sungai Batang Saman dan Batang kenaikan sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Dikhawatirkan jika terus dilakukan penambangan akan merusak ekosistim sungai dan lingkungan sekitar.

Wartawan : Andika/Andika
Editor : PPID TVRI SUMBAR


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat