LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Selasa, 29 September 2020

08 : 05PAGI KITA
09 : 00ANAK INDONESIA
09 : 30SALINGKA TANI
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00AYO HIDUP SEHAT
12 : 00MINANG MAIMBAU
12 : 30KULINER
13 : 00SENANDUNG MINANG
13 : 30SUMBAR MEMBANGUN
14 : 00CARITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
16 : 05SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00SUARA PUBLIK
18 : 00NADA ISLAMI
18 : 30JEJAK ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kabupaten Pesisir Selatan02 November 2016 - 07:08 WIB
Pemuda Peduli Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal
Pemuda Peduli Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal

Reporter : Nining Abrianti • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Selain aktif mengabdi sebagai pegawai negeri sipil, salah seorang pemuda yang sehari-hari berdinas di Kantor Camat Koto Sebelas Tarusan ini mampu menggerakkan masyrakat khususnya nagari tertinggal di daerah ini.

Firmanto, sosok pemuda yang dinilai giat memberikan pemberdayaan kepada masyarakat yang masih tertinggal kehidupannya seperti yang ditemui di beberapa pulau dan kampung di kecamatan Koto Sebelas Tarusan.

Berbagai upaya pemberdayaan dilakukan terutama dalam menggerakkan masyrakat meningkatkan kreatifitasnya diberbagai bidang, sejalan dengan berkembangnya kawasan mandeh sebagai wisata nasional.

Berkat keseriusannya, saat ini sudah terbentuk kelompok penggiat wisata yang terdiri dari pemuda-pemuda nagari setempat, mereka berasal dari berbagai latar belakang seperti nelayan, penyelam, penarik boat, hingga pedagang makanan.

Selain sering turun ke lapangan, kelompok pemuda ini memfokuskan pembinaan kepada masyrakat yang masih tinggal di perkampungan yang belum memadai ekonomi masyrakatnya, seperti Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia, Mandeh dan Sungai Pinang.

Selain itu, kelompok pemuda ini juga aktif mempromosikan perkampungan tersebut dijadikan sebagai tempat tujuan kuliah kerja nyata akademisi, serta pihak tour dan travel yang membuat perkampungan ini semakin maju.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa