LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Senin, 28 September 2020

08 : 05PAGI KITA
09 : 00ANAK INDONESIA
09 : 30SALINGKA TANI
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00CARITO LAPAU
12 : 00HIBURAN
12 : 30PESONA INDONESIA
13 : 00INSPIRASI INDONESIA
13 : 30KULINER
14 : 00CARITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
15 : 30HIBURAN
16 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00AYO HIDUP SEHAT
18 : 00NADA ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang25 Oktober 2016 - 06:25 WIB
Petani Tekan Populasi Hama Tikus
Petani Tekan Populasi Hama Tikus

Reporter : Novika / Nurul Qalbis • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Mengantisipasi serangan hama tikus tidak meluas lebih jauh, petani secara bersama-sama meletakkan racun tikus di area perwasahan mereka dengan harapan bebas dari serangan hama tikus. Cara ini mereka anggap paling ampuh menekan populasi hama tikus karena saat ini tidak mempan lagi menggunakan perangkap.

Menyikapi serangan hama tikus yang melanda sawah sebagian Kelompok Tani di Anak Aia Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah Padang, sejumlah petani bersama-sama meletakkan racun tikus ke area persawahan mereka. Selama ini petani telah memasang perangkap serta selokan pengeringan di pinggiran sawah agar hama tikus tidak menyerang tanaman padi mereka. Jenis racun yang mereka gunakan kali ini merupakan yang disarankan oleh Pemerintah karena terbilang ampuh dibandingkan racun tikus lainnya.

Racun ini membuat tikus tidak mau makan sehingga dalam dua hingga tiga hari tikus akan merasa lemas dan akhirnya mati dalam keadaan kering. Jika si tikus betina yang memakan racun tersebut menyusui anaknya maka anak tikus tersebut juga akan ikut mati. Sehingga racun ini diyakini oleh pemerintah bisa menekan populasi hama tikus.

Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan Dan Kehutanan Kota Padang saat ini tengah berupaya menuntaskan permasalahan yang dihadapi petani terutama pada musim peralihan. Beberapa waktu lalu hama wereng juga telah menyerang sawah petani yang hampir merata terjadi Di Kota Padang dengan luas lahan mencapai 100 hektar.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa