LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Minggu, 27 September 2020

08 : 05SERAMBI MUSLIMAH
09 : 00ANAK MINANG CERIA
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00LENSA OLAH RAGA
12 : 00LANGGAM MELAYU
13 : 00PADULI BASAMO
13 : 30BRIZIK
14 : 00CERITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
15 : 30HIBURAN
16 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00RANDAI
18 : 00NADA ISLAMI
18 : 30JEJAK ISLAMI
19 : 00MELODI NOSTALGIA
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang25 Oktober 2016 - 06:18 WIB
18,7 Hektar Sawah Petani Anak Aie Terancam Fuso
18,7 Hektar Sawah Petani Anak Aie Terancam Fuso

Reporter : Novika / Nurul Qalbis • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Sekitar 18 koma 7 hektar sawah petani anak aia kelurahan Batipuh Panjang kecamatan koto Tangah Padang diserang hama tikus hingga terancam fuso atau gagal panen. Petani mengharapkan Tim pihak asuransi segera turun ke lapangan melihat bukti kerugian petani agar dana asuransi segera cair sehingga mereka bisa kembali menanam padi.

Serangan hama tikus semakin mengganas di area persawahan petani anak aia kelurahan Batipuh Panjang kecamatan koto Tangah Padang. Akibatnya sekitar 18,7 hektar dari 55 hektar luas sawah petani di kawasan anak aia ini terancam mengalami puso atau gagal panen. Serangan hama tikus yang menggigit batang padi yang berusia 2 bulan tanam pada malam hari membuat petani kesulitan mengatasinya padahal telah dipasangi perangkap. Biasanya pada satu kali musim tanam petani bisa memanen sekitar 60 karung padi untuk setiap hektar sawah. Namun kali ini petani pesimis bisa memperoleh 10 karung padi saat memanen.

Akibat kerugian yang mereka alami saat ini, petani berharap asuransi untuk tanaman padi atau autp yang baru dicanangkan tahun ini bisa segera mereka rasakan. Tim asuransi diharapkan segera turun ke lapangan melihat kerugian yang dialami petani. Petani mengatakan peristiwa mengganasnya hama tikus seperti ini pernah terjadi pada tahun 1980-an lalu.

Serangan hama kali ini diperkirakan terjadi karena kebiasaan petani menanam tidak serentak pada semua lahan sawah yang menyesuaikan dengan ketersediaan air sehingga hama cenderung berkumpul pada area tersebut.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa