Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Jum'at, 27 April 2018

14 : 00SUMBAR SEKILAS
15 : 00DENDANG 15
16 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00NUANSA IMAN
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,3SR
26-Apr-18 23:56:01 WIB
Kedalaman 10 Km
74 Km Northeast Sarmi-papua
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Pasaman Barat25 Oktober 2016 - 06:12 WIB
Bangunan Sekolah di Pulau Panjang Memprihatinkan
Bangunan Sekolah di Pulau Panjang Memprihatinkan

Reporter : : Andika/ Andika • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Dua bangunan sekolah dan tenaga pengajar di Pulau Panjang, Nagari Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat sangat memprihatikan. Sejak berdiri hingga sekarang gedung pustaka di SMP Negeri Tiga Sei Beremas tersebut belum tersedia dan siswa harus belajar dengan kondisi ala kadarnya.

Sebagai daerah terpinggir dan berada di sebuah pulau, fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar di daerah tersebut masih  memprihatinkan. Pasalnya dari dua bangunan sekolah dan tenaga pengajarnya belum maksimal, sehingga kebutuhan siswa belum terpenuhi.

Dua sekolah tersebut adalah SMP Negeri Tiga Sungai Beremas dan Sekolah Dasar Negeri Kosong Dua Sungai Beremas. di SMP contonya, sejak berdiri hingga sekarang sekolah tersebut belum memiliki bangunan atau ruangan pustakan yang khusus. selain itu, sekolah tersebut juga kekurangan sejumlah guru bidang study yang seharusnya ada di SMP.

Akibatnya siswa harus belajar dengan guru seadanya untuk mengisi kekosongan tersebu. Kekurangan guru tersebut sudah terjadi lama. Pasalnya setelah pindah dari sekolah tersebut, jarang guru yang mau datang untuk menggantikannya.

Salah seorang guru Bahrial mengatakan, sulitnya akses dan berada di pulau menjadi faktor utama kekosongan guru tersebut. Padahal tenaga pengajar sangat dibutuhkan di sekolah tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman Barat Yulianto ketika dikonfirmasi masalah tersebut, mengaku sangat prihatin. Dia berjanji akan mengusahakan kekurangan tersebut secepat mungkin. Bahkan kedepan rencananya Pemerintah Daerah akan memikirkan masalah kesejahteraan dan tunjungan khusus untuk tenaga pengajar di daerah pulau atau daerah pinggir.

Selain bangunan fisik dan SDM tenaga pengajar, dua sekolah tersebut juga membutuhkan perbaikan menuju sekolah. Sebab saat ini siswa harus berjalan di tanah pasir yang becek akibat pasang naik. Mereka berharap pemerintah segera membangun dan memenuhi kebutuhan tersebut. Pasalnya seringkali siswa mengeluh dengan kondisi tersebut.

 

 

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat