Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Rabu, 26 September 2018

14 : 00SUMBAR SEKILAS
14 : 02BUKAN TALKSHOW BIASA
15 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00AYO HIDUP SEHAT
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,4SR
26-Sep-18 16:27:45 WIB
Kedalaman 20 Km
69 Km Southeast Tambrauw-papuabrt
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Sawahlunto20 Oktober 2016 - 12:19 WIB
Peringatan Haul, Hidupkan Nama M.Yamin Di Nusantara
   Peringatan Haul, Hidupkan Nama M.Yamin Di Nusantara

Reporter : Insan Kamil Dakoga • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Pemerintah kota bersama ribuan masyarakat Sawahlunto tumpah ruah di halaman makam mahaputra Muhammad Yamin dalam pelaksanaan haul mengenang 54 tahun wafatnya pahlawan nasional tersebut. Selain melantunkan zikir, masyarakat juga diajak mengenang jasa-jasa M Yamin dalam merintis kemerdekaan indonesia.

Sebagai tempat asal M Yamin, masyarakat Sawahlunto hendaknya menghidupkan kembali nama M Yamin di nusantara. Acara haul ini menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada mahaputra, ahli hukum, budayawan, sastrawan dan politikus ini.

Dalam penyampaiannya, Walikota Sawahlunto mengajak generasi muda mengimplementasikan jiwa semangat dan nasionalisme tinggi di kehidupan sehari-hari. M Yamin juga dinilai mempunyai pemikiran maju khususnya dalam bidang konstitusi pada saat itu yang belum pernah terfikirkan oleh siapapun.

Sementara itu Pusat Studi Konstitusi atau Pusako Fakultas Hukum UNAND, Charles Simabura menjelaskan gagasan M Yamin saat menyusun Undang-Undang tahun 1945 bahwa Undang-Undang tersebut akan melanggar hak-hak warga negara sempat ditolak.

Barulah gagasan M Yamin diadopsi Indonesia pada tahun 2001 saat amandemen UUD dan lahirnya Mahkamah Konstitusi untuk mengkaji undang-undang.

Tidak hanya melanggar HAM, Undang-Undang 1945 juga membatasi 3 partai politik, undang-undang tidak memperbolehkan berkumpul, berserikat, menyampaikan pendapat.

Dengan jasa-jasanya bidang hukum ini, Pusako menilai M Yamin layak dinobatkan menjadi bapak Yudisial review atau perancang Undang-Undang Indonesia.

Selain Itu Pusako Mengusulkan Pemko Sawahlunto Untuk Mencetak Ulang Buku-Buku Karangan M Yamin.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat