Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Senin, 10 Desember 2018

14 : 00SEKILAS SUMBAR
14 : 02RANTAK
14 : 30SUMBAR MEMBANGUN
15 : 00DENDANG 15
16 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00FORUM TUAH SAKATO
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,0SR
10-Dec-18 08:26:13 WIB
Kedalaman 46 Km
80 Km Southeast Minahasatenggara-sulut
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang18 Oktober 2016 - 06:26 WIB
Murid SD Minum Obat Filariasis
Murid SD  Minum Obat Filariasis

Reporter : MAQRI NELVI L / JONI BAKRI • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Lebih dari 60 persen anak sekolah di Seberang Padang Kecamatan Padang Selatan Kota Padang sudah mendapatkan obat kaki gajah atau filariasis.

Sekolah Dasar yang mendapatkan layanan obat gratis ini  diantaranya  yakni SD 13, 16 dan 19 Seberang Padang, Padang Selatan.

Pemberian obat secara gratis  dengan mendatangi sekolah – sekolah, rumah dan posyandu oleh tenaga medis dibawah Dinas Kesehatan Kota Padang  masih berlanjut  hingga hari ini.

Tidak hanya menyasar posyandu dan pemukiman penduduk, para petugas kesehatan ini juga  mendatangi seluruh sekolah yang ada di wilayah kerjanya. Puskesmas Seberang Padang Kecamatan Padang Selatan Kota Padang misalnya, mendatangi   SD Negeri 13, 16 dan 19 Seberang Padang hari ini.

Di sini ratusan anak  di 3 sekolah ini, masing – masing   diberi satu bungkus obat yang terdiri dari 3 butir  obat filariasis, yang  tidak saja  ampuh mematikan  virus kaki gajah, tapi juga  seluruh cacing yang ada di tubuh manusia.

Agar anak- anak  mau meminum obat filariasis ini,  petugas kesehatan terlebih dahulu memberikan penjelasan terkait  obat yang akan di minum sehingga anak – anak paham maksud dan tujuannya serta dengan kesadaran sendiri mau meminum obat  yang diberikan secara massal ini.

Diakui,  tidak semua anak bisa lancar meminum obat filariasis yang diberikan. Beberapa diantaranya kesulitan, apalagi salah satu dari obat yang   di minum memiliki ukuran lebih besar dibanding  obat telan biasa. Pemberian obat filarasi atau kaki gajah akan  berakhir Jumat, 21 Oktober mendatang. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan obat tersebut bisa mendatangi Puskesmas terdekat, karena obat diberikan secara gratis.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat