Live Streaming

 
Tinjauan Acara

Sabtu, 21 September 2019

08 : 05SYIAR DAN SYAIR
 
 
Informasi

 
Sosial Media
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kabupaten Pasaman Barat13 Oktober 2016 - 06:21 WIB
Pasaman Barat Kekurangan Pabrik Es Batangan Untuk Nelayan
Pasaman Barat Kekurangan Pabrik Es Batangan Untuk Nelayan

Reporter : Andika Adi Saputra • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Sebagai daerah yang memiliki laut yang luas dan ribuan nelayan, Pasaman Barat membutuhkan banyak es batangan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan nelayan. Pasalnya saat hasil tangkapan melimpah es sering langka atau mengalami kenaikan di atas kewajaran. Namun hingga saat ini pengusaha lokal dan pemerintah baru mampu memenuhi enam puluh persen kebutuhan masyarakat, sementara empat puluh persen sisanya masih bergantung kepada kabupaten tetangga, madina.

Saat ini setiap hari nelayan Pasaman Barat membutuhkan sedikitnya enam puluh ton es batangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat bergantung pasokan dari pihak swasta di Kabupaten Mandailing Natal. Menyikapi hal tersebut dan untuk mengendalikan harga di tingkat pedagang dan nelayan, Pemerintah Daerah membutuhkan pabrik es batangan yang berada di Kabupaten Pasaman Barat, guna menekan harga supaya tidak melambung tinggi. Namun saat ini Pemerintah Daerah masih terkendala dengan dana pembangunan pabrik tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Dan Kelauatan Kabupaten Pasaman Barat Nazuhairi mengatakan, kebutuhan keberadaan pabrik es batangan di Pasaman Barat dinilai mendesak. Namun sejauh ini Pemerintah Daerah tidak mampu membangun karena besarnya biaya.

Pemerintah daerah dan nelayan berharap, kedepan kondisi ini bisa  menjadi perhatian dari pemerintah pusat. Karena sering kali terjadi kenaikan harga es batangan di luar batas kewajarhan, hal tersebut disebabkan minimnya stok es batangan saat hasil tangkapan melimpah. Pasalnya dua pabrik es milik pemerintah dan satu swasta yang berada di Pasaman Barat belum bisa maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa