LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Minggu, 05 Juli 2020

16 : 04SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00ANAK INDONESIA
17 : 30JEJAK ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Pariaman06 Oktober 2016 - 07:44 WIB
Ritual maambiak tanah, awal dimulainya tabuik di Pariaman
Ritual maambiak tanah, awal dimulainya tabuik di Pariaman

Reporter : Abdul Saril • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Pesta budaya tabuik Piaman kembali digelar dibulan Muharram  1438 Hijriyah ini. Pesta budaya Tabuik diawali dengan prosesi ritual “maambiak tanah” atau mengambil tanah. Prosesi ini dilaksanakan oleh kedua belah pihak yakni antara Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang di tempat berbeda yang sudah ditunjuk masing-masing pihak Tabuik. Pada prosesi ritual “Maambiak Tanah” atau mengambil tanah ini, tetua dan anak tabuik mengawali perjalanan dari “Daraga Tabuik” berjalan berombongan menuju tempat pengambilan tanah dengan arak-arakan dan iringan gandang tasa.

Prosesi “Maambiak Tanah” dilakukan oleh seorang laki-laki yang berasal dari keluarga rumah tabuik, dimana orang yang bertugas pengambil tanah harus memakai pakaian putih melambangkan kejujuran dan kepemimpinan. Nasrul panitia pelaksana tabuik mengungkapkan, bahwa pesta budaya Tabuik merupakan salah satu seni tradisional dan permainan anak nagari yang digelar Pemko Pariaman dalam rangka perayaan untuk mengenang kepahlawanan dan kematian cucu nabi Muhammad Salallahu’alaihiwassalam Hasan dan Husein.

Dimana prosesinya diawali dengan prosesi ritual mengambil segumpal tanah dari dasar sungai. Prosesi ini menjadi simbol dari pengambilan jasad Hasan dan Husein dan juga melambangkan bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Tanah yang diambil tadi dibungkus kain putih bersih dan diletakan dalam sebuah tempat sejenis periuk, selanjutnya periuk tadi dibungkus lagi dengan kain putih untuk disimpan di daraga.

Usai pengambilan tanah, anak tabuik kembali ke daraga dengan berombongan dan arak-arakan serta iringan gandang tasa seperti perjalanan sebelumnya.  Sementara prosesi selanjutnya akan digelar kembali pada 6 Oktober Kamis esok dengan prosesi ritual “Maambiak Batang Pisang” atau mengambil batang pisang dengan cara dipancung menggunakan pedang.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa