LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Selasa, 29 September 2020

08 : 05PAGI KITA
09 : 00ANAK INDONESIA
09 : 30SALINGKA TANI
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00AYO HIDUP SEHAT
12 : 00MINANG MAIMBAU
12 : 30KULINER
13 : 00SENANDUNG MINANG
13 : 30SUMBAR MEMBANGUN
14 : 00CARITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
16 : 05SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00SUARA PUBLIK
18 : 00NADA ISLAMI
18 : 30JEJAK ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Sawahlunto09 September 2016 - 07:23 WIB
Harga cabai merah meroket
Harga cabai merah meroket

Reporter : Insan Kamil Dakoga • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Harga cabai merah di beberapa pasar tradisional Kota Sawahlunto meroket dalam dua hari terakhir. Saat ini harga cabai merah menembus 80.000 Rupiah perkilogram atau meningkat hampir 100 persen.

Menurut pengakuan pedagang, harga cabai merah masih berada dikisaran 45 Ribu Rupiah perikilogram. Namun beberapa hari ini  naik mencapai 80 Ribu Rupiah perkilogram atau meningkat tajam 35 Ribu Rupiah atau hampir mencapai 100 persen. Angin badai yang terjadi mengakibatkan warga tidak panen. Kondisi yang telah berlangsung sejak dua hari ini mengakibatkanb kurangnya pasokan dari daerah pemasok cabai di Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar dan Alahan Panjang Kabupaten Solok.

Kenaikan harga cabai merah ini juga diiringi oleh kenaikan harga cabe hijau yang berada dikisaran harga 35 ribu Rupiah perkilogram, meningkat tajam menjadi 60 Ribu Ripuah atau naik 25 Ribu Rupiah per kilogramnya. Sementara cabai rawit juga mengalami kenaikan mencapai 12 Ribu Rupiah perkilogram dari 48 Ribu Rupiah menjadi 60 Ribu Rupiah perkilogram.

Cuaca ektreem dalam seminggu terakhir juga menjadi salah satu penyebab merosotnya hasil petani di daerah tersebut. Salah seorang petani cabai pandai Sikek yang dihubungi via telpon mengakui jika angin badai yang terjadi menyebabkan berkurangnya hasil panen bahkan beberapa petani juga mengalami gagal panen. Kelangkaan cabai ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun.  Untuk memenuhi permintaan masyarakat, sejumlah pedagang mengaku mendatangkan cabai dari luar Sumatera Barat.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa