Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Jum'at, 16 November 2018

14 : 00SEKILAS SUMBAR
14 : 05NADA ISLAMI
15 : 00DENDANG 15
16 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00NUANSA IMAN
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,0SR
15-Nov-18 10:55:02 WIB
Kedalaman 10 Km
17 Km Southeast Mamasa-sulbar
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kabupaten Limapuluh Kota30 Desember 2015 - 07:24 WIB
Puluhan ton bawang impor selundupan ditangkap
Puluhan ton bawang impor selundupan ditangkap

Reporter : Edward • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Puluhan ton bawang merah asal India yang hendak diselundupkan ke Sumatera barat berhasil digagalkan  Polisi. Bawang merah yang tidak dilengkapi dokumen resmi tersebut hendak diantar oleh Sopir ke sejumlah Kabupaten Kota di Sumbar.

Jajarasan Satreskrim Polres Limapuluh Kota berhasil mengamankan dua Truk Colt diesel dan satu Mobil Pick Up l.300 yang membawa ratusan karung bermuatan bawang merah asal india. Bawang merah impor yang tidak dilengkapi dokumen resmi tersebut diamankan Polisi dari sebuah operasi penangkapan. Dari pengakuan sopir yang merangkap pedagang sayur mayur ke Propinsi Riau tersebut, diakui mereka hanya mendapat upah untuk mengantar pesanan bawang tersebut.

Menurut pengakuan mereka kepada Polisi, bawang bombai ilegal impor asal India diangkut dari Dumai dan Pekanbaru Propinsi Riau menggunakan Truk pengangkut sayur. Ketiganya diamankan saat memasuki wilayah hukum Polres Lima Puluh Kota. Saat truk tersebut diamankan Polisi, Sopir Truk dan l.300 tidak bisa menunjukkan dokumen resmi dan karantina dari pihak terkait, sehingga mereka digiring ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Diduga masuknya bawang bombai impor asal India ke Sumatera Barat bukan kali pertama, Kabupaten Lima puluh kota yang menjadi pintu masuk Sumbar-Riau diduga dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyeludupkan sejumlah barang-barang impor menuju Sumbar.

Meski belum menetapkan ketiga Sopir sebagai tersangka, Polisi akan terus melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya. Atas perbuatannya para Sopir tersebut telah melanggar  aturan UU No 16 Tahun 1992 tentang karantina.

Sesuai Pasal 5, Pasal 6 dan Pasal 7 dimana setiap Media pembawa hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina atau organisme pengganggu tumbuhan karantina yang masuk ke dalam wilayah Negara RI,  wajib dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit bagi hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan tumbuhan dan bagian-bagian tumbuhan.

Hingga kini barang bukti Truk bermuatan puluhan ton bawang merah tersebut masih diamankan di Mapolres Lima Puluh Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat