LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Kamis, 06 Agustus 2020

16 : 04SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00PARLEMENTARIA
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Padang Pariaman13 Januari 2020 - 06:06 WIB
Puluhan Hektar Lahan Persawahan Rusak Akibat Dilanda Banjir
Puluhan Hektar Lahan Persawahan Rusak Akibat Dilanda Banjir

Reporter : ABDUL, SARIL • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Puluhan hektar lahan persawahan milik petani di Korong Guguak, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan Tujuh Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman rusak tertimbun lumpur, pasca banjir melanda daerah itu. Lumpur hampir menimbun seluruh lahan persawahan, sehingga mengakibatkan petani terancam gagal panen. Sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Banjir yang melanda Korong Guguak, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan Tujuh Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, tidak hanya merendam rumah warga yang menyebabkan banyak peralatan rumah warga yang rusak, namun juga merusak puluhan hektar lahan persawahan.

Terlihat, lahan persawahan yang ada didaerah itu tertimbun lumpur saat banjir melanda daerah itu. Apalagi petani di daerah itu tidak tanam serentak, bahkan ada yang baru menyabit hanyut dibawa banjir begitu juga  ada yang sudah ditanam rusak tertimbun lumpur. Kondisi tersebut, membuat para petani merugi dan terancam gagal panen. karena bisa dipastikan, petani harus mulai menggarap sawah mereka kembali.

Wali Nagari Lurah Ampalu Aisurya menyebut, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir didaerah itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini korban banjir belum ada bantuan baik berupa makanan maupun bantuan lainnya. Warga berharap, pemerintah bisa membantu, terutama dalam bentuk modal, agar para petani bisa kembali ke sawah. Apalagi para petani di daerah itu 50 persen diantaranya belum masuk sebagai peserta penerima asuransi. Agar bencana banjir tidak lagi merendam Nagari Lurah Ampalu, masyarakat berharap, pemerintah Kabupaten Padang Pariaman segera melakukan normalisasi sungai di daerah itu. Karena kondisi sungai saat ini, selain dangkal juga benyak berbelok, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan mengguyur daerah itu.

Berita Lainnya
 
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa