Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Jum'at, 27 April 2018

14 : 00SUMBAR SEKILAS
15 : 00DENDANG 15
16 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00NUANSA IMAN
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,3SR
26-Apr-18 23:56:01 WIB
Kedalaman 10 Km
74 Km Northeast Sarmi-papua
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
TVRI Sumatera Barat • Kota Padang01 Juli 2016 - 08:48 WIB
BPOM Padang tidak temukan peredaran vaksin palsu
BPOM Padang tidak temukan peredaran vaksin palsu

Reporter : Sherly Zulkarnaen / Atfriandi • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Hingga saat ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan BPOM Padang tidak menemukan adanya indikasi vaksin palsu yang beredar di sejumlah rumah sakit,  klinik kesehatan maupun apotik di kota Padang. Terkait dengan vaksin palsu yang meresahkan masyarakat ini BPOM bersama tim akan terus melakukan pemantauan ke lokasi lainnya yang di curigai berpotensi untuk peredaran vaksin palsu tersebut.

Sejak beredarnya informasi terkait vaksin palsu yang beredar di sejumlah daerah di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan BPOM Padang di Sumatera Barat sejak empat hari yang lalu langsung turun kelapangan untuk melakukan peninjauan ke rumah sakit, klinik kesehatan maupun apotik-apotik di daerah. Hingga kemarin BPOM bersama Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota telah melakukan pemantauan ke 23 sarana klinik serta rumah sakit swasta, rumah sakit bersalin, sarana distribusi, sarana pelayanan kesehatan masyarakat, apotik serta praktek bidan.

Dari pemantauan tersebut BPOM dan tim tidak menemukan adanya indikasi peredaran vaksin palsu untuk di kota Padang dan sekitarnya. Meski demikian hingga saat ini BPOM masih terus melakukan koordinasi untuk melakukan peninjauan kelapangan ke lokasi yang belum di sidak. Pemantaun ini tidak hanya dilakukan di kota, tapi  juga di seluruh kabupaten kota yang ada. Dari data yang di peroleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan BPOM Padang terdapat 9 Provinsi yang sudah masuk daftar peredaran vaksin palsu diantaranya untuk pulau Sumatera yaitu Batam, Medan dan Pekanbaru.

Secara kasat mata sulit untuk membedakan vaksin palsu dan vaksin asli, namun peredaran dapat di tinjau dari sumber vaksin apakah pasokan diambil dari pemasok resmi atau dari pihak swasta. BPOM menghimbau sarana pelayanan kesehatan masayarakat harus melakukan pengadaan obat – obatan dari pihak resmi seperti pedagang besar farmasi atau dari gudang farmasi dinas kesehatan.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat