Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Selasa, 21 November 2017

Rangkaian acara pada hari Selasa, 21 November 2017 belum dipublikasikan...

 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,3SR
21-Nov-17 06:41:55 WIB
Kedalaman 15 Km
52 Km Northwest Niasutara-sumut
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kota Sawahlunto28 Juni 2016 - 07:53 WIB
Tambang meledak, 3 dari 5 korban alami luka bakar berat
Tambang meledak, 3 dari 5 korban alami luka bakar berat

Reporter : Insan Kamil Dakoga • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Pasca ledakan tambang batubara di perusahaan tambang dalam Kecamatan Talawi  Kota Sawahlunto tadi malam,  5 pekerja mengalami luka bakar dan mendapatkan perawatan intensif di rumahsakit umum daerah Sawahlunto. 3 diantaranya  kritis dan saat ini  dirawat di rumah sakit M D jamil Padang karena mengalami luka bakar serius.

Tiga korban yang dirujuk ke rumah sakit M Djamil Padang mengalami luka bakar 60 persen adalah Adi Tusiman, Siswoko dan Kaminudin pekerja tambang dalam PT NAL Desa Salak Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. Sementara April Syaiful dan Firman Dedi mengalami luka bakar ringan dan dirawat di RSUD Sawahlunto.

Ledakan tambang batubara terjadi di perusahaan tambang dalam PT NAL Desa Salak Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto tadi malam  pukul 22.30 waktu Indonesia Barat. Akibat kejadian tersebut, 5 orang pekerja mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumahs akit terdekat. Menurut informasi yang beredar terdengar ledakan keras di lokasi tambang, setelah dilakukan pengecekan oleh pekerja lain ditemukan 5 pekerja tersebut sedang berusaha keluar dari lubang.

Belum diketahui penyebab ledakan ini namun kejadian ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya pada 24 Januari 2014 warga  kota Sawahlunto yang juga dikenal sebagai kota Kuali itu juga dikejutkan ledakan tambang dalam. Saat itu empat orang tewas. Tambang dalam di Sawahlunto dikelola perusahaan Swasta dan aktivitas ini meningkat tajam seusai Reformasi.

Saat ini beberapa  tambang dalam kondisi  rentan meledak karena banyaknya gas methan. Sementara itu hingga saat ini Aparat Kepolisian setempat masih melakukan evakuasi terkait adanya kemungkinan korban lain di lokasi kejadian mengingat suara ledakan terdengar cukup keras terdengar.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat