Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Jum'at, 14 Desember 2018

14 : 00SEKILAS SUMBAR
14 : 05NADA ISLAMI
14 : 30PESONA SUMBAR
15 : 00DENDANG 15
16 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00NUANSA IMAN
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,2SR
12-Dec-18 00:20:12 WIB
Kedalaman 21 Km
109 Km Northwest Kep-mentawai-sumbar
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Pasaman Barat21 Juni 2016 - 07:42 WIB
Satu keluarga di Pasaman Barat hidup di rumah sisa potongan triplek
Satu keluarga di Pasaman Barat hidup di rumah sisa potongan triplek

Reporter : Andika Adi Saputra • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Satu keluarga miskin di Jorong Simpang Empat Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat tinggal di rumah yang terbuat dari triplek bekas. Saat hujan rumah mereka terus digenangi air karena bagian atap dan dindingnya bocor, sementara bagian lantainya hanya beralaskan tanah.

Tidak memiliki tanah dan perkerjaan yang tetap satu keluarga yang terdiri dari enam orang terpaksa tinggal di gubuk reot beratap daun rumbia dan belantai tanah, sementara bagian dindingnya terbuat dari triplek bekas beserta spanduk bekas. Meski tempat tinggal mereka masuk kategori sangat tidak layak, pasangan suami istri Rahmi dan Rinto bersama empat anaknya mengaku terpaksa tinggal ditempat tersebut karena tidak memiliki pilihan lain.

Kondisi tempat tinggal mereka yang miris tersebut sudah mereka tempati hampir satu tahun ini, karena tidak memiliki uang untuk mengontrak dan tidak adanya pekerjaan tetap pasangan suami istri mengaku pasrah. Rahmi sang istri mengaku sebelum pindah ke rumah ini, sebelumnya mereka pernah tinggal di Muara Kiawai. Mereka pindah ke Simpang Empat dengan maksud untuk merobah kehidupan, namun sampai saat ini mereka masih saja tinggal menumpang di tanah orang lain.

Rahmi mengaku dia dan empat anaknya seringkali kehujanan dan kebanjiran saat hujan datang, sebab semua dinding dan atap rumah mereka tampak rapuh dan sangat mudah dimasuki air. Penghasilannya sebagai buruh setrika dan cuci hanya mampu memenuhi kebutuhan untuk makan, sementara sang suami belum memiliki pekerjaan yang layak untuk memenuhi empat buah hati mereka.

Sementara itu Bupati Pasaman Barat Syahiran yang mendapatkan laporan dari anggota Polres Pasaman Barat akan kondisi tersebut langsung turun ke lokasi, dia sangat menyangkan selama ini pihak kejorongan atau nagari tidak memberikan laporan atau memperhatikan kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan ini.

Setelah menyerahkan sejumlah bantuan uang kepada keluarga miskin tersebut, Syahiran meminta pemerintah nagari kedepan lebih selektif dan mengatahui kondisi masyarakat. Dia meminta bantuan sosial dan keluarga miskin harus tepat sasaran,  batuan tersebut harus diprioritaskan kepada keluarga miskin dan membutuhkan.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat