LIVE STREAMING

LIVE STREAMING TVRI SUMATERA BARAT
 
TINJAUAN ACARA

Senin, 28 September 2020

08 : 05PAGI KITA
09 : 00ANAK INDONESIA
09 : 30SALINGKA TANI
10 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
11 : 00CARITO LAPAU
12 : 00HIBURAN
12 : 30PESONA INDONESIA
13 : 00INSPIRASI INDONESIA
13 : 30KULINER
14 : 00CARITO LAPAU
15 : 00PADULI BASAMO
15 : 30HIBURAN
16 : 00SUMATERA BARAT HARI INI
17 : 00AYO HIDUP SEHAT
18 : 00NADA ISLAMI
 
INFO COVID-19
 
 
SOSIAL MEDIA
 
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Padang Pariaman20 Juni 2016 - 07:22 WIB
Petugas bersama warga bersihkan material banjir bandang
Petugas bersama warga bersihkan material banjir bandang

Reporter : Abdul Saril • Editor : Redaksi Berita

A+AAA-
 

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Pariaman bersama warga mulai membersihkan material banjir bandang yang menimpa permukiman  warga di Surantih Hulu Lubuak Aluang.

Dengan menggunakan tiga unit mesin potong sinso, material kayu, lumpur dan pasir berhasil dibersihkan. Sehinggga warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan bisa ditempati kembali.

Material yang dibawa banjir bandang seperti kayu, lumpur dan pasir yang berserakan yang menimpa rumah warga. satu persatu mulai dibersihkan petugas dengan menggunakan peralatan tiga unit mesin senso, material kayu yang menimpa rumah warga serta material yang beserakan dihalaman rumah bisa disingkirkan. Selama pembersihan petugas mengaku kewalahan mengingat besarnya ukuran kayu yang dibawa banjir bandang.

Untuk hari pertama pembersihan material banjir bandang difokuskan dilokasi pemukiman rumah warga, sehingga bagi warga yang rumahnya masih untuh atau rusak ringan bisa ditempati kembali.

Sementara itu pemerintah Kabupaten Padang Pariaman belum merencanakan adanya relokasi untuk para korban banjir badang. Warga ditempatkan dirumah ibadah dan tenda penampungan untuk sementara waktu. Sebanyak 30 KK atau sekitar 200 warga  ditempatkan sementara diposko penampungan.

Sementara itu, Siem bersama warga lainya berharap pemerintah membantu mereka memperbaiki rumah yang rusak agar bisa ditempati kembali. Warga  mengaku belum merencanakan untuk pindah dan masih memilih bertahan tinggal dirumah mereka.

Kebanyakan pemukiman rumah warga di Jorong Surantih Hulu ini berdiri tidak jauh dari pinggir sungai. Warga dihimbau untuk selalu waspada selama 24 jam, sehingga jika sewaktu-waktu banjir kembali terjadi warga bisa menyelamatkan diri.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

#mediapemersatubangsa