Berita

Berita Seputar Sumatera Barat

BeritaKabupaten Pasaman Barat

Pengendara Keluhkan Sulitnya Solar

Kontributor DaerahSeputar Sumbar 13 Oktober 2019 JAM 06:17:28 WIB

Akibat sulitnya mendapatkan BBM Jenis Solar atau Bio Solar bersudsidi sangat dikeluhkan sejumlah pengendara di Pasaman Barat. Pengendara  mengaku masih enggan membeli Dexlite sebagai alternatif mengingat perbedaan harga yang sangat tinggi. Sulitnya mendapatkan BBM bersudsidi jenis Solar dan Bio Solar, membuat sejumlah pengendara dan usaha kecil menegahan di Pasaman Barat mengeluh.

Mereka mengaku jika harga terus naik, akan berpengaruh terhadap perkembangan usaha mereka. Sejak satu bulan terakhir, BBM jenis Solar dan Bio Solar bersubsidi sulit didapatkan di Pasaman Barat. Bahkan di beberapa SPBU,  tidak lagi menjual Solar dan Bio Solar, namun menggantinya dengan jenis Dexlite.

Salah seorang pengendara Ucok Pendra mengaku kecewa karena sulit mendapatkan BBM Solar bersubsidi. Padahal ia sudah berkeliling mencari Solar di beberapa SPBU. Kondisi tersebut secara otomatis akan berpengaruh terhadap kelangsungan usaha nya. Ia mengaku, jika ingin mendapatkan Solar bersubsidi pengendara harus mengantri cukup lama di SPBU yang masih menjual Solar tersebut. Perbedaaan harga Dexlite yang berkisar Rp 5.500 per liter, dengan harga Solar bersubsidi secara otomatis akan membuat pengusaha mengeluh. Terlebih Solar yang ia cari hanya digunakan untuk kebutuhan kendaraan harian dan usaha kecil di rumahnya.

Akibat kelangkaan BBM jenis Solar ini, sejumlah pengendara terkadang mengantri cukup panjang di SPBU apabila memilik stok Solar atau Bio Solar. Jika tidak pengendara mengaku harus membeli Dexlite dengan harga yang cukup mahal, mereka meminta pertamina bisa mengkaji ulang tentang stok BBM jenis Solar dan harganya di pasaran.  Masyarakat berharap, kedepan pemerintah bisa mengkaji ulang pembatasan penjualan Solar dan Bio Solar bersubsidi. Karena lemahnya perkembangan ekonomi, ditambah dengan kenaikan harga bahan bakar, akan berdampak buruk terhadap dunia usaha, teruma masyarakat kelas menengah ke bawah, seperti nelayan atau usaha rumahan.

Wartawan : ANDIKA / ANDIKA
Editor : PPID TVRI SUMBAR


❝❞ Komentar Anda

Berita Lainnya

Berita Terkini Seputar Sumatera Barat