Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Rabu, 26 September 2018

14 : 00SUMBAR SEKILAS
14 : 02BUKAN TALKSHOW BIASA
15 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00AYO HIDUP SEHAT
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,0SR
26-Sep-18 01:29:46 WIB
Kedalaman 88 Km
215 Km Southeast Peg-bintang-papua
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Pasaman Barat30 Mei 2016 - 06:00 WIB
Tidak kunjung diperhatikan, satu kampung di Jorong Pondok terancam habis karena abrasi
Tidak kunjung diperhatikan, satu kampung di Jorong Pondok terancam habis karena abrasi

Reporter : Andika Adi Saputra • Editor : Redaksi BRM

A+AAA-
 

Tidak kunjung mendapat perhatian dan normalisasi dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemerintah Daerah, ratusan rumah di Kampung Karambia Ampek Jorong Pondok terancam tergores ombak dan abrasi akibat beralihnya aliran Muara Batang Ampu.

Ratusan kepala keluarga Kampung Karambia Ampek Jorong Pondok Nagari Sasak Kabupaten Pasaman Barat saat ini semakin resah. Akibat abrasi dan beralihnya Aliran Muara Sungai Batang Ampu membuat permukiman mereka terancam hanyut masuk laut dan Aliran Muara Sungai. Saat ini jarak antar kampung dan pemukiman warga dengan Aliran Muara Batang Ampu dan ombak di bibir pantai hanya berkisar 5 hingga 30 meter saja.

Padahal sebelumnya jarak pemukiman masyarakat dengan sungai lebih dari 500 meter. Beralihnya aliran dan Muara Batang Ampu karena terjadinya pendangkalan di Muara serta tambah kuatnya pengaruh angin selatan beserta tingginya kiriman debit air dari salah satu perkebunann kelapa sawit. Salah seorang warga Bainar mengaku, selama 1 minggu belakangan ini gerusan aliran dari Muara semakin meningkat dan tebing yang mengarah ke pemukiman mereka sudah banyak yang runtuh.

Warga mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Nagari dan Anggota Dewan namun sampai saat ini belum ada tanggapan yang jelas. Mereka khawatir dalam bulan ini air akan sampai ke kampung mereka jika tidak dilakukan normalisasi Muara. Masyarakat berharap Pemerintah dan BPBD Pasaman Barat tidak tutup mata dan menunggu kampung mereka hanyut dibawa derasnya aliran sungai. Beberapa bulan belakangan sedikitnya 5 keluarga sudah dipindahkan dan sisanya dalam kondisi terancam karena sangat dekat dengan aliran sungai dan Muara.

Berita Lainnya
 
Komentar Anda

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat