Live Streaming

 
Rangkaian Acara

Jum'at, 16 November 2018

14 : 00SEKILAS SUMBAR
14 : 05NADA ISLAMI
15 : 00DENDANG 15
16 : 00BERITA RANAH MINANG
17 : 00NUANSA IMAN
 
Prakiraan Cuaca
 
Gempa Terkini
5,0SR
15-Nov-18 10:55:02 WIB
Kedalaman 10 Km
17 Km Southeast Mamasa-sulbar
Does Not Generate Tsunami
Sumber : Data BMKG
Berita Detil
Kontributor Daerah • Kabupaten Pasaman Barat22 Oktober 2018 - 06:41 WIB
Korban Banjir Butuh Jembatan Darurat
 Korban Banjir  Butuh Jembatan Darurat

Reporter : ANDIKA • Editor : Administrator

A+AAA-
 

Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Pasaman Barat, menargetkan pembangunan jembatan darurat di tiga titik pasca banjir di Pasaman Barat selesai selama dua minggu ke depan. Pembangunan jembatan darurat ini dianggap mendesak karena merupakan akses utama ribuan masyarakat dan pelajar setiap hari. Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pasaman Barat dan provinsi bersama instansi terkait bisa bersama-sama dengan masyarakat untuk membangun jembatan darurat itu minimal bisa dilalui kendaraan roda dua.

Seluruh dana untuk pembangunan jembatan gantung darurat itu sudah dipersiapkan dari dana tanggap darurat kabupaten dan provinsi karena jumlahnya sangat terbatas maka diharapkan masyarakat bisa membantu agar akses jalan kembali normal. Selain itu, BPBD Provinsi Sumatra Barat juga menyerahkan bantuan berupa dana tanggap darurat sebesar tiga ratus juta rupiah dan sembilan ton beras untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana di Pasaman Barat.

Pemerintah daerah diminta bisa mempersiapkan proposal dan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen di lokasi salah satu caranya berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Dua dan Pusat. Saat ini tercatat sekitar empat unit jembatan gantung rusak parah diantaranya terdapat di Lubuk Gobing, Jorong Tanjung Pangka dan di Kecamatan Sungai Aur serta kerusakan ringan hingga berat pada jembatan komposit. Selain memberikan bantuan Narsul Abit bersama rombongan juga meninjau langsung perkampungan Lubuk Gobing karena di kampung tersebut terdapat empat ratus kepala keluarga yang terisolasi akibat putusnya jembatan gantung bahkan untuk menuju nagari mereka harus menggunakan getek.

Berita Lainnya

Media Sosial :

TVRI Stasiun Sumatera Barat